1. **Liverpool:** 68 poin, +45 GD
2. **Arsenal:** 65 poin, +40 GD
3. **Manchester City:** 60 poin, +38 GD
Dengar, keunggulan tiga poin dengan delapan pertandingan tersisa? Itu hampir tidak berarti apa-apa. Kita telah melihat keunggulan yang lebih besar menguap lebih cepat daripada segelas bir di malam Jumat. Ingat Newcastle pada '96? Unggul enam poin dari Manchester United pada bulan Februari dan masih kalah. Ini adalah Premier League. Tidak ada yang pasti.
Di sinilah segalanya menjadi nyata. Kami akan menguraikan jadwal yang tersisa, mencari jebakan dan potensi penentu.
* 22 Maret: Brighton (Kandang)
* 30 Maret: Chelsea (Tandang)
* 5 April: Everton (Kandang) - *Derby Merseyside*
* 12 April: West Ham (Tandang)
* 19 April: Aston Villa (Kandang)
* 26 April: Manchester City (Tandang) - *SANGAT PENTING*
* 3 Mei: Fulham (Kandang)
* 11 Mei: Wolves (Tandang)
*Analisis:* Tiga pertandingan kandang, lima tandang. Perjalanan ke Chelsea selalu sulit, meskipun The Blues berada di papan tengah musim ini. Everton di Anfield adalah derby yang selalu membara, terlepas dari posisi liga. Tapi pertandingan 26 April di Etihad melawan City? Itu adalah pertandingan enam poin, yang bisa menentukan segalanya. Jika Liverpool bisa lolos dari pertandingan itu dengan hasil imbang, apalagi kemenangan, jalan mereka terlihat jauh lebih jelas. Wolves tandang di hari terakhir juga bisa menjadi kejutan yang tidak menyenangkan